Belajar Dari Negeri Sebrang

Belajar Dari Negeri Sebrang

BACABALI.COM, DENPASAR- Proses pengosongan Pulau Ambae di wilayah Negara Vanuatu telah rampung.

Langkah pengosongan dengan mengevakuasi lebih dari 11.000 penduduk tersebut dilakukan di bawah ancaman letusan gunung berapi Manaro Voui.

Gunung tersebut telah menggeliat dalam beberapa waktu terakhir, dan diperkirakan akan mengeluarkan letusan dahsyat.

Proses pengosongan Pulau Ambae sudah selesai pada Kamis (5/10/2017) ini.

Pulau tersebut berada di sebelah utara dari negara kepulauan yang berada di pasifik.

Manaro Voui beberapa kali bergemuruh dan meletup diikuti hujan batu dan debu.

Menyusul kekhawatiran besar akan letusan hebat, armada pesawat sipil dikerahkan untuk mengangkut penduduk ke tempat yang aman di pulau-pulau lain.

Setidaknya, ada 18 pusat evakuasi didirikan di sekolah-sekolah, gereja-gereja, dan tempat-tempat olahraga.

“Pengungsian warga Pulau Ambae – sekitar 11.600 orang, sekarang sudah selesai,” kata Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop di Sydney.

Sebuah kapal angkatan laut Australia tiba di Vanuatu pada hari Kamis.

Kapal itu bergabung dengan dua pesawat Hercules, satu dari Australia dan yang lainnya dari Selandia Baru. Perancis juga mengirim sejumlah bantuan.

“Tenda untuk tempat penampungan sementara, persediaan dapur, dan penerangan akan memberi kelegaan kepada keluarga, dan meningkatkan keamanan masyarakat,” kata Bishop.

Dia menambahkan, akses terhadap air bersih juga disediakan bagi para pengungsi.

Observatorium Geohazards Vanuatu, Selasa lalu mengeluarkan pernyataan, ancaman letusan telah mereda.

Namun status bahaya gunung berapi pada level IV masih terus dipertahankan hingga hari Kamis ini.

Penduduk setempat hanya bisa kembali ke Ambae ketika pemerintah menurunkan status bahaya pada level III. Hal itu bisa memakan waktu berbulan-bulan. (nkk/ide/admin).

Post Comment