FBN Bali Bentuk Kader Nirmiliter Untuk Tangkal Paham Radikal

FBN Bali Bentuk Kader Nirmiliter Untuk Tangkal Paham Radikal

BACABALI.COM, DENPASAR- Beberapa waktu lalu Pemerintah dan Masyarakat bahu membahu menjaga NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dengan issue sentimen agama, yang sempat mengemuka. Dan pemberantasan Narkoba menjadi poin oenting lainnya. Atas hal ini, organisasi FBN (Forum Bela Negara) Bali pun angkat bicara dan aksi dengan membentuk kader-kader Nirmiliter (nonmiliter) untuk menjaga dua hal tersebut.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Pemerintah Provonsi Bali, I Gede Putu Jaya Suartama menyatakan, pembentukan Kader Bela Negara dari segi nirmiliter menjadi hal sangat penting. Itu terkait dengan pembinaan lingkungan strategis yang semakin kompleks, dalam melindungi kepentingan nasional. Dan kedepannya, pertahanan negara tidak hanya bertumpu hanya pada kekuatan militer. Pendek kata, itulah ketahanan bela negara dari nirmiliter yang akan memperkuat.

“Melalui pembinaan kader bela negara kita tumbuhkan semangat dan cinta NKRI. Fungsinya, nantinya ialah melakukan pencegahan dini menangkal ancaman terorisme dan penyalahgunaan narkoba pada generasi muda di Bali,” ucapnya, Jumat (8/9/2017) dalam Penutupan Pelatihan Kader Bela Negara yang diselenggarakan oleh Forum Bela Negara (FBN) Bali di Hotel Nirmala.

Ia mengakui, bahwa ancaman di Bali juga bukan hanya dalam dua persoalan itu tadi. Apalagi Bali berkembang dalam sektor pariwisata. Ada beralihnya masyarajat yang tujuannya hanya berwisata, dengan ada yang melakukan kejahatan dan juga mengedarkan narkoba. Karena itu, kader Bela Negara nirmiliter ini berperan untuk mengawasinya.

“Kader Bela Negara harus mampu menularkan pengetahuan kepada masyarakat sekitarnya dan mampu menjadi agen perubahan, dan menjadi motivator untuk kepentingan negara,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Ormas FBN Bali, Agustinus Nahak, menyatakan, nantinya para kader wajib untuk mencegah segala bentuk ancaman kedaulatan negara. Apapun profesi para kader, harus dan wajib untuk membantu pemerintah dalam menangkal segala ancaman kedaulatan negara. Ancaman prnyalahgunaan narkoba dan ancaman gerakan terorisme.
“Kita harus tetap mewaspadai masuknya ISIS di tanah Bali,” tandasnya. (nkk/ide).

Post Comment